Misykaat Al Mashabiih" dalam bentuk terjemahan bahasa Indonesia merupakan satu langkah kemajuan yang baru diantara ribuan langkah kemajuan yang lain dalam dunia terjemahan. Memang tidak dapat disangkal, wajah kitab aslinya dengan kitab terjemahannya ada perbedaan, meski tidak dalam medan yang prinsip. Karena seni dan jiwa bahasa Arab berbeda dengan seni dan bahasa Indonesia. Apalagi yang digambarkan kebesaran perilaku Rasul.
Pengarang hanya mampu berkata, Rasul adalah bak piala lampu-lampu penerang
"Misykaat Al Mashabiih" lalu diukur dengan untaian mutiara-mutiara hadits bab persub bab dan pasal demi pasal yang keseluruhannya bercerita tentang diri Rasul. Kekagumannya terhadap pribadi Rasul, seorang kafir yang bernama Thomas Carlyle dalam on Heroes Worship hanya mampu melukiskannya dengan kalimat berikut:
"Dia datang seperti sepercik sinar dari langit, jatuh ke padang pasir yang tandus , kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi pelita yang menyinari angkasa sejak Delhi sampai Granada".
Semoga percikan sinar ledakan butir-butir padang pasir itu mengimpas kemari lalu menyinari angkasa Indonesia dan mengangkat kembali kebesaran Islam di Indonesia.
Terjemah Misykatul Mashabih Jilid 1: Sesungguhnya untuk berpegang teguh kepada sunah Nabi saw tak akan terlaksana terkecuali hanya dengan mengikuti sumber-sumber petunjuknya, demikian pula berpegang teguh dengan agama Allah tak akan terwujud terkecuali hanya dengan mengikuti firman-firman-Nya.Keimanan itu ada tujuh puluh lebih cabang-cabangnya yang paling afdhal adalah ucapan laa ilaaha illallah dan yang paling kecil adalah menyingkirkan gangguan dari tengah jalan, maka itu termasuk salah satu cabang keimanan.
Detail Buku:
Judul: Terjemah Misykatul Mashabih (Piala Lampu-Lampu Penerang) Jilid 1
Penulis: Syeikh Al Farra' Al Baghawi
Penerjemah: Yunus Ali Al Muhdhor
Penerbit: CV.Asy.Syifa Semarang, 1993
Jumlah Halaman: 609
Besar File:22,5Mb

0 Komentar